Halaman

amazing

amazing

 

 

Please enter your name and email
 
Name
 
Prefix

 
First

 
Last

 
Suffix

 
Email

 

 

 

Senin, 03 September 2012

SIR ISSAC NEWTON

(by : Jus Fredy)




            Issac Newton, ilmuwan besar dan berpengaruh di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris tepat di hari natal pada tahun 1642.  Semasa kecilnya ia sudah menunjukkan kecakapan di bidang mekanika akan tetapi ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan tujuan anaknya bisa menjadi petani yang baik.  Untungnya ibunya bisa dibujuk bahwa bakat utama anaknya tidak terletak di situ.  Di usianya yang ke delapan belas Issac masuk ke Universitas Cambridge.  Di sinilah Newton mulai menyerap ilmu pengetahuan dan matematika dan juga mulai melakukan penyelidikan sendiri.
            Dalam kurun waktu ketika berada di bawah naungan gedung-gedung Cambridge inilah Newton mulai merumuskan cikal bakal teori-teorinya tentang gaya dan gerak.  Di sini juga Newton mulai mengembangkan gagasan-gagasannya tentang sifat cahaya dan bagaimana sepotong kaca yang berbentuk prisma akan menguraikan cahaya putih menjadi warna-warna pelangi.  Temuan Issac Newton yang paling besar mungkin adalah hukum-hukum tentang gerak.  Tetapi ia harus menemukan dahulu gagasan-gagasan rumit tersebut secara menyeluruh.  Walaupun di saat itu Newton belum menyadarinya akan tetapi ia menciptakan cabang matematikanya sendiri yang dinamakan kalkulus.



 
Temuan tak terduga
            Di awal tahun 1664, Newton dan Jhon Wickins sedang berjalan-jalan di pekan raya yang diadakan di Cambridge.  Secara tak sengaja Newton melihat sebuah benda aneh berkilau.  Benda itu adalah sebuah prisma.  Ia tertarik karena keindahannya.  Naluri ilmiahnya segera muncul saat itu bahwa dengan benda itu ia bisa bereksperimen.  Segera setelah ia pulang ia masuk ke kamarnya dan mulai menutup semua tirai jendela kecuali pada sebuah jendela di mana ia memasang selembar karton dengan sebuah celah kecil sehingga ada seberkas cahaya matahari yang masuk ke kamarnya.  Kemudian ia memegang prisma itu dalam lintasan cahaya matahari.  Cahaya yang masuk ke dalam prisma itu terurai menjadi warna pelangi. 
            Di tahap selanjutnya, Newton mulai mengembangkan eksperimennya.  Yang pertama dilakukannya adalah menghalangi semua pita spectrum yang keluar dari prisma kecuali merah.  Cahaya merah tersebut kemudian dilewatkannya lagi melalui prisma lain.  Hasilnya adalah hanya cahaya merah yang keluar dari prisma ke dua.  Dari sini dapatlah diambil kesimpulan bahwa cahaya matahari memiliki semua unsur cahaya dalam spektrum.  Kita tidak mungkin memecah lagi cahaya yang sudah terurai dari matahari tersebut.
            Bukti-bukti di atas ternyata belum cukup untuk meyakinkannya sehingga ia mulai bereksperimen lagi.  Ia membuat sebuah piringan kecil dari karton dengan diameter kurang lebih sepuluh sentimeter dan membaginya menjadi tujuh sektor yang berbeda ukuran.    Kemudian ia mencat ketujuh sektor itu dengan ke tujuh warna pelangi dan tepat di pusat lingkaran itu ia mamasang sumbu.  Kemudian ia mamutarkannya dengan cepat dan hasilnya adalah ia melihat warna putih.
            Di antara temuan-temuannya itu, hasil yang terpenting adalah terbentuknya sebuah cabang ilmu baru yaitu spektroskopi.  Spektroskopi adalah sebuah cabang ilmu tentang cahaya yang dipancarkan oleh nyala ketika suatu bahan mengalami pembakaran.  Apabila cahaya ini dilewatkan pada sebuah prisma maka akan terurai menjadi komponen-komponen pembentuknya.  Dengan demikian maka dapat diketahui bahan-bahan kimia yang terkandung dalam zat bila zat tersebut dibakar.
            Di musim panas 1665, pada awal eksperimennya di Cambridge, sebuah malapetaka besar terjadi di negeri itu.  Bencana ini menyebabkan Newton harus menghentikan eksperimennya.  Pada bulan Juni 1665, Cambridge mulai ditutup karena dianggap sudah terlalu berbahaya untuk dihuni.  Newton pun segera kembali ke Lincolnshire untuk melanjutkan eksperimennya.
            Hukum-hukum ini yang kemudian digunakan dalam berbagai ilmu sains, seperti efek gaya pada benda, perancangan mobil dan kapal, peramalan lintasan wahana ruang angkasa yang menuju ke bulan, sampai perancangan aerodinamika papan luncur, bahkan teori gravitasi yang menerangkan mengapa manusia tetap berpijak dengan mantap di bumi. 


Ilmuwan yang apik
            Yang membuat Newton berbeda dari banyak ilmuwan lain adalah bahwa ia sangat teliti dan apik.  Banyak orang berpendapat bahwa Newtonlah ilmuwan sejati.  Ia selalu menggunakan matematika untuk menjabarkan semua yang berhasil ditemukannya.  Dialah orang pertama yang bekerja dengan cara ini sehingga ia dikenal sebagai bapak ilmu pengetahuan modern.
            Newton juga menggunakan cara-cara ini dalam alchemy akan tetapi di bidang ini Newton bisa dianggap kurang berhasil.

Puncak prestasi ilmiah
            Pada tanggal 28 April 1686, Newton akhirnya berhasil menerbitkan bukunya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, tetapi orang sering menyingkatnya menjadi Principia.  Di dalam buku ini terdapat uraian yang kelak disebut Hukum Newton tentang gerak.
            Ada tiga hukum gerak yang diungkapkan di buku Principia.  Akan tetapi konsep kelembamam/inersia memiliki penerapan yang paling luas.  Kelembamam atau inersia adalah istilah untuk menyebut bahwa semua benda menentang perubahan atau gerakan.  Agar benda bisa bergerak maka sebuah gaya harus bisa mengatasi kelembamannya.


Tahun-tahun terakhir
            Issac Newton meninggal pada tanggal 20 Maret 1727 di usianya yang ke delapan puluh empat tahun.  Jenazahnya disemayamkan di pemakaman raja-raja, ratu-ratu, dan bangsawan Inggris di Westminster Abbey London pada tanggal 4 April.  Newton telah meninggalkan sesuatu yang lebih berharga daripada sekedar materi.  Ia menyingkapkan cara pendekatan baru dalam menyingkapkan rahasia ilmu pengetahuan.             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar