(by : Jus Fredy)
Issac Newton, ilmuwan besar dan
berpengaruh di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris tepat di hari natal pada
tahun 1642. Semasa kecilnya ia sudah
menunjukkan kecakapan di bidang mekanika akan tetapi ibunya mengeluarkannya
dari sekolah dengan tujuan anaknya bisa menjadi petani yang baik. Untungnya ibunya bisa dibujuk bahwa bakat
utama anaknya tidak terletak di situ. Di
usianya yang ke delapan belas Issac masuk ke Universitas Cambridge. Di sinilah Newton mulai menyerap ilmu
pengetahuan dan matematika dan juga mulai melakukan penyelidikan sendiri.
Dalam kurun waktu ketika berada di
bawah naungan gedung-gedung Cambridge inilah Newton mulai merumuskan cikal
bakal teori-teorinya tentang gaya dan gerak.
Di sini juga Newton mulai mengembangkan gagasan-gagasannya tentang sifat
cahaya dan bagaimana sepotong kaca yang berbentuk prisma akan menguraikan
cahaya putih menjadi warna-warna pelangi.
Temuan Issac Newton yang paling besar mungkin adalah hukum-hukum tentang
gerak. Tetapi ia harus menemukan dahulu
gagasan-gagasan rumit tersebut secara menyeluruh. Walaupun di saat itu Newton belum
menyadarinya akan tetapi ia menciptakan cabang matematikanya sendiri yang
dinamakan kalkulus.
Temuan tak terduga
Di awal tahun 1664, Newton dan Jhon
Wickins sedang berjalan-jalan di pekan raya yang diadakan di Cambridge. Secara tak sengaja Newton melihat sebuah
benda aneh berkilau. Benda itu adalah
sebuah prisma. Ia tertarik karena
keindahannya. Naluri ilmiahnya segera
muncul saat itu bahwa dengan benda itu ia bisa bereksperimen. Segera setelah ia pulang ia masuk ke kamarnya
dan mulai menutup semua tirai jendela kecuali pada sebuah jendela di mana ia
memasang selembar karton dengan sebuah celah kecil sehingga ada seberkas cahaya
matahari yang masuk ke kamarnya.
Kemudian ia memegang prisma itu dalam lintasan cahaya matahari. Cahaya yang masuk ke dalam prisma itu terurai
menjadi warna pelangi.
Di tahap selanjutnya, Newton mulai mengembangkan
eksperimennya. Yang pertama dilakukannya
adalah menghalangi semua pita spectrum yang keluar dari prisma kecuali
merah. Cahaya merah tersebut kemudian
dilewatkannya lagi melalui prisma lain.
Hasilnya adalah hanya cahaya merah yang keluar dari prisma ke dua. Dari sini dapatlah diambil kesimpulan bahwa
cahaya matahari memiliki semua unsur cahaya dalam spektrum. Kita tidak mungkin memecah lagi cahaya yang
sudah terurai dari matahari tersebut.
Bukti-bukti di atas ternyata belum
cukup untuk meyakinkannya sehingga ia mulai bereksperimen lagi. Ia membuat sebuah piringan kecil dari karton
dengan diameter kurang lebih sepuluh sentimeter dan membaginya menjadi tujuh
sektor yang berbeda ukuran. Kemudian
ia mencat ketujuh sektor itu dengan ke tujuh warna pelangi dan tepat di pusat
lingkaran itu ia mamasang sumbu.
Kemudian ia mamutarkannya dengan cepat dan hasilnya adalah ia melihat
warna putih.
Di antara temuan-temuannya itu,
hasil yang terpenting adalah terbentuknya sebuah cabang ilmu baru yaitu
spektroskopi. Spektroskopi adalah sebuah
cabang ilmu tentang cahaya yang dipancarkan oleh nyala ketika suatu bahan
mengalami pembakaran. Apabila cahaya ini
dilewatkan pada sebuah prisma maka akan terurai menjadi komponen-komponen
pembentuknya. Dengan demikian maka dapat
diketahui bahan-bahan kimia yang terkandung dalam zat bila zat tersebut
dibakar.
Di musim panas 1665, pada awal
eksperimennya di Cambridge, sebuah malapetaka besar terjadi di negeri itu. Bencana ini menyebabkan Newton harus
menghentikan eksperimennya. Pada bulan
Juni 1665, Cambridge mulai ditutup karena dianggap sudah terlalu berbahaya
untuk dihuni. Newton pun segera kembali
ke Lincolnshire untuk melanjutkan eksperimennya.
Hukum-hukum ini yang kemudian
digunakan dalam berbagai ilmu sains, seperti efek gaya pada benda, perancangan
mobil dan kapal, peramalan lintasan wahana ruang angkasa yang menuju ke bulan,
sampai perancangan aerodinamika papan luncur, bahkan teori gravitasi yang
menerangkan mengapa manusia tetap berpijak dengan mantap di bumi.
Ilmuwan yang apik
Yang membuat Newton berbeda dari
banyak ilmuwan lain adalah bahwa ia sangat teliti dan apik. Banyak orang berpendapat bahwa Newtonlah
ilmuwan sejati. Ia selalu menggunakan
matematika untuk menjabarkan semua yang berhasil ditemukannya. Dialah orang pertama yang bekerja dengan cara
ini sehingga ia dikenal sebagai bapak ilmu pengetahuan modern.
Newton juga menggunakan cara-cara
ini dalam alchemy akan tetapi di bidang ini Newton bisa dianggap kurang
berhasil.
Puncak
prestasi ilmiah
Pada tanggal 28 April 1686, Newton
akhirnya berhasil menerbitkan bukunya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica, tetapi orang sering
menyingkatnya menjadi Principia. Di
dalam buku ini terdapat uraian yang kelak disebut Hukum Newton tentang gerak.
Ada tiga hukum gerak yang diungkapkan
di buku Principia. Akan tetapi konsep
kelembamam/inersia memiliki penerapan yang paling luas. Kelembamam atau inersia adalah istilah untuk
menyebut bahwa semua benda menentang perubahan atau gerakan. Agar benda bisa bergerak maka sebuah gaya
harus bisa mengatasi kelembamannya.
Tahun-tahun
terakhir
Issac Newton meninggal pada tanggal
20 Maret 1727 di usianya yang ke delapan puluh empat tahun. Jenazahnya disemayamkan di pemakaman
raja-raja, ratu-ratu, dan bangsawan Inggris di Westminster Abbey London pada
tanggal 4 April. Newton telah
meninggalkan sesuatu yang lebih berharga daripada sekedar materi. Ia menyingkapkan cara pendekatan baru dalam
menyingkapkan rahasia ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar